Perhatian ! "klik-rumah.com adalah sebuah website mengenai Informasi Desain Rumah, Tips Dekorasi Rumah, Tips Perawatan Rumah, Info KPR. Semoga kunjungan anda ke website sederhana ini bisa bermanfaat. Terima Kasih atas kunjungan anda ke website kami."

Mohon Tunggu .....

Apa Itu BI Checking ?

By On Monday, September 10th, 2018 Categories : KPR / KPA, Kredit

APA ITU BI CHECKING ?

Kita sering mendengar kata-kata BI Checking, apalagi yang berkicumpung di dunia “per-KPR-an”. Terbayang dalam pikiran kita suatu rangkaian pengecekan yg konon katanya “hanya” bisa dilakukan dan diketahui oleh Badan Keuangan/Bank saja.

Tapi apakah Anda mengetahui apa sebenarnya BI Checking itu ?

Mari kita baca sedikit keterangan tentang BI checking yg diambil dari berbagai sumber.

Semoga bermanfaat.. 

BI checking adalah laporan yg dikeluarkan oleh Bank Indonesia yg berisi RiwayatKredit/Pinjaman seorang Nasabah kepada Bank atau Lembaga Keuangan non Bank. Riwayat kredit yg bagus atau buruk seorang nasabah terdata dalam data BI-checking pada Sistem Informasi Debitur ( SID ) Bank Indonesia. Laporan ini bisa diakses oleh seluruh Bank maupun Lembaga Keuangan non Bank yg menjadi anggota SID di seluruh Indonesia.  BI Checking termasuk juga masalah dalam kelancaran pembayaran pinjaman atau lebih di kenal dengan Kolektibilitas.

Kolektibilitas yaitu gambaran kondisi pembayaran pokok dan bunga pinjaman serta tingkat kemungkinan diterimanya kembali pinjaman yg telah diberikan. Kolektibilitas kredit artinya menggolongkan kredit berdasarkn kelancaran atau juga ketidaklancaran pengembalian kredit baik pokok maupun pinjamannya. Kolektibilitas kredit terdiri dari lima macam, yaitu : 

1. Kredit lancar ( Kolek 1 )

Kredit lancar yaitu kredit yg perjalanannya lancar atau memuaskan, artinya segala kewajiban (bunga atau angsuran utang pokok diselesaikan oleh nasabah secara baik).

2. Kredit Dalam Perhatian Khusus (DPK) ( Kolek 2 )

Kredit dalam perhatian khusus adalah kredit yg selama 1-2 bulan mutasinya mulai tidak lancar, debitur mulai menunggak.

3. Kredit tidak lancar ( Kolek 3 )

Kredit tidak lancar yaitu kredit yg selama 3 atau 6 bulan mutasinya tidak lancar, pembayaran bunga atau utang pokoknya tidak baik. Usaha-usaha approach sudah dilakukan tp hasilnya tetap kurang baik.

4. Kredit diragukan ( Kolek 4 )

Kredit diragukan yaitu kredit yg telah tidak lancar dan telah pada jatuh temponya belum dapat juga diselesaikan oleh debitur yg bersangkutan.

5. Kredit macet (Kolek 5 )

Kredit macet sebagai kelanjutan dari usaha penyelesaian atau pengaktivan kembali kredit yg tidak lancar dan usaha itu tidak berhasil, barulah kredit tersebut dikategorikan kedalam kredit macet. 
 

PENGARUH KOLEKTIBILITAS TERHADAP PENGAJUAN KREDIT

Umumnya lembaga bidang keuangan memperlakukan kolektibilitas sebagai berikut :

  • Kolektibilitas 1= Pengajuan Kredit akan segera diproses dan kemungkinan besar akan disetujui.
  • Kolektibilitas 2= Pengajuan Kredit bisa diproses dan disetujui namun bisa juga ditolak. Apabila tetap diproses, maka lembaga keuangan akan mencari tahu penyebabnya, apakah karena alasan tertentu yg bisa dimaklumi atau karena kondisi usaha calon nasabah yg sudah mulai bermasalah (orang bank menyebutnya mulai “batuk-batuk”).
  • Kolektibilitas 3, 4, 5= Pengajuan Kredit dengan kolektibilitas 3-5 biasanya langsung ditolak.

 

BAGAIMANA MEMBUAT BI CHECKING ANDA TETAP BAIK ?

Agar reputasi Anda terjaga dengan baik di mata Lembaga Keuangan berikut ini kami berikan tips-nya :

  • Jangan pernah membiarkan ada Tunggakkan Kreditmeskipu satu rupiah. Secara sistem berapapun tunggakan anda tetap dicatat sebagai tunggakkan, jika anda tidak melunasinya, maka berangsur-angsur akan menjadi Kredit Macet.
  • Jika Anda melunasi Pinjaman di Bank atau Lembaga Keuangan non Bank anda diwajibkan meminta Surat Bukti Pinjaman Lunas. Ini adalah utk berjaga-jaga seandainya terjadi ketidakakuratan data BI Checking atas nama Anda.
  • Sebelum mengajukan Kredit/pinjaman lakukanlah BI Checking ke Gerai Bank Indonesia terdekat, mintalah kepada petugas BI utk menjelaskan “Reputasi” BI Checking Anda dan apabila ada Masalah BI Checking bisa sekalian minta saran apa yg harus dilakukan.

CARA MENGECEK BI CHECKING SENDIRI

Semua Masyarakat baik Perorangan maupun Badan Usaha bisa meminta IDI Historis (BI Checking) melalui Gerai Bank Indonesia atau Kantor Bank Indonesia setempat dengan persyaratan sebagai berikut :

  1. Bagi Perorangan :

Menyerahkan Fotokopi Identitas Diri dengan menunjukkan Identitas Diri asli antara lain Kartu Tanda Penduduk/KTP atau Kartu Izin Tinggal Sementara/KITAS.

  1. Bagi Badan Usaha :

– Menyerahkan Fotokopi Identitas Badan Usaha (Akta Pendirian Perusahaan dan Perubahan Anggaran Dasar terakhir yg memuat susunan dan kewenangan Pengurus) dan Fotokopi Identitas Diri (KTP atau KITAS) dari pengurus yg mengajukan permintaan IDI Historis, dengan menunjukkan Identitas asli Badan Usaha dimaksud atau Fotokopi Identitas Badan Usaha yg telah dilegalisir, dan Identitas Asli Diri dari Pengurus yg mengajukan permintaan IDI Historis.

– Permintaan IDI Historis atas nama Perusahaan bisa dikuasakan kepada Pejabat atau Pegawai Perusahaan. Penerima Kuasa harus menyerahkan Surat Kuasa asli, Fotokopi Identitas Badan Usaha dan Identitas Diri Pemberi Kuasa dan Penerima Kuasa, dengan menunjukkan Identitas asli Badan Usaha dimaksud atau Fotokopi Identitas Badan Usaha yg telah dilegalisir, serta Identitas Diri asli dari Pemberi Kuasa dan Penerima Kuasa.

– Dalam hal terdapat perbedaan antara Susunan Pengurus yg berwenang sesuai Anggaran dasar Perusahaan dengan Data yg terdapat dalam SID, maka permintaan IDI Historis tidak dapat dipenuhi.

Baca juga : Apa Itu KPR/KPA ?

CARA MENGURUS KETIDAKSESUAIAN IDI HISTORIS (BI CHECKING)

Apabila Masyarakat sebagai Debitur menemukan ketidaksesuaian antara Data pada IDI Historis (BI Checking) dan Data debitur sebenarnya, maka Debitur yg bersangkutan dapat mengkonfirmasi hal tersebut dengan cara :

  1. Melakukan Konfirmasi Data kepada Lembaga Keuangan yg memberikan fasilitas penyediaan dana/pembiayaan kepada Debitur.

Apabila setelah dilakukan pengecekan ditemukan Kesalahan Pelaporan oleh Lembaga Keuangan, maka Lembaga Keuangan dimaksud akan memperbaiki Data Debitur yg tersimpan dalam SID.

  1. Melakukan Konfirmasi Data di Bank Indonesia.

Apabila setelah dilakukan pengecekan ditemukan Indikasi Kesalahan Pelaporan oleh Lembaga Keuangan, maka Bank Indonesia akan meminta Lembaga Keuangan utk melakukan Pengecekan dan Perbaikan Data Debitur.

Apa Itu BI Checking ? | klik-rumah.com | 4.5